Dear Abi, Engkau begitu istimewa, sampai-sampai aku tak tau apa yang harus aku coretkan dalam kertas putih ini. Jemariku seakan kelu membayangkan seberapa banyak huruf yang akan tertumpahkan untuk menuliskan perjuanganmu. Pikiranku tak menentu mengingat begitu banyak kejadian-kejadian terlewatkan indah bersamamu. Abi, Aku ingat betul bagaimana Engkau pertama kali mengantarku ke sekolah, membawakan bekal untukku, mengambilkan raportku, dan segalanya untukku. Abi, Terima kasih telah mengajarkan aku mengenal Allah sejak kecil. Memakai kerudung, walaupun hanya saat bermain bersama teman-teman rumah. Walaupun sempat juga terlontar kata-kata lucu dari tetangga, “Adik mau pergi mengaji ya? Kok pakai kerudung”. Dan saat itu kau tetap mengajarkan aku untuk tetap istiqomah mengenakannya. Abi, Aku teringat sekali saat Engkau sakit, saat itu Engaku terlihat begitu menahan rasa sakit itu, mencoba untuk selalu tegar di hadapan orang-orang tersayangmu. Namun sakit yang ...