Langsung ke konten utama

Sepucuk Cinta untuk Ayah


Dear Abi,

Engkau begitu istimewa, sampai-sampai aku tak tau apa yang harus aku coretkan dalam kertas putih ini. Jemariku seakan kelu membayangkan seberapa banyak huruf yang akan tertumpahkan untuk menuliskan perjuanganmu. Pikiranku tak menentu mengingat begitu banyak kejadian-kejadian terlewatkan indah bersamamu.

Abi,
Aku ingat betul bagaimana Engkau pertama kali mengantarku ke sekolah, membawakan bekal untukku, mengambilkan raportku, dan segalanya untukku.

Abi,
Terima kasih telah mengajarkan aku mengenal Allah sejak kecil.
Memakai kerudung, walaupun hanya saat bermain bersama teman-teman rumah.
Walaupun sempat juga terlontar kata-kata lucu dari tetangga, “Adik mau pergi mengaji ya? Kok pakai kerudung”. Dan saat itu kau tetap mengajarkan aku untuk tetap istiqomah mengenakannya.

Abi,
Aku teringat sekali saat Engkau sakit, saat itu Engaku terlihat begitu menahan rasa sakit itu, mencoba untuk selalu tegar di hadapan orang-orang tersayangmu.
Namun sakit yang saat itu Engkau hadapi ternyata memaksamu untuk tak bisa berpura-pura kuat, aku tau itu Abi.
Bahkan saat itu detik-detikku selalu teringat akan keadaan Engkau, baru bangun tidurpun yang kuingat Engkau abi.

Abi,
aku sangat bahagia saat ini melihat Engkau sehat dengan umur yang memaksa untuk selalu bertambah, dan dengan bisnis keluarga yang lancar. Semoga Allah memberikan kesehatan dan keberkahan selalu untuk keluarga kita abi.

Abi,
Maafku aku Abi, aku yang selalu membuatmu kesal dengan kata-kata kasarku yang tak sengaja terlontar, mungkin saat itu aku sedang kesal saja abi. Tak pernah sedikitpun dalam hatiku terbesit niat untuk menyakiti hatimu Abi.

Dear Abi,
Terima kasih untuk semua cinta yang telah Engkau berikan padaku.
Saat ini aku sudah beranjak remaja, maafkan aku jika cinta yang Engkau berikan mungkin sedikit terkhianati olehku. Dunia luar sungguh memang begitu keras Abi.
Aku ingat bahwa Engkau pesankan padaku untuk tidak begitu dekat dengan seorang lelaki, aku tau Abi bahwa Engaku tak mau kalau anak gadismu ini akan tersakiti oleh lelaki yang bahkan sama sekali belum mendapat restu olehmu.
Abi, maafkan aku jika anak gadismu ini mulai dekat dengan seorang lelaki. Semoga kelak ia menjadi lelaki pilihan Allah yang bisa memberikan cinta seperti cintamu yang tak pernah terkubur oleh waktu.

Abi,
Anak gadismu ini bukanlah siapa-siapa
Maaf jika tak bisa selalu melukiskan senyum di wajah sejukmu yang mulai nampak menua.
Aku mohon doa restu Abi, doakan kelak bisa memberimu mahkota istimewa di istana surga.
Abi, sehat selalu yaa ...

                                                                                                Salam Sayang :)



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untukmu yang Datang Lalu Pergi (baca: mant*n) 😆

Untukmu yang datang lalu pergi Untukmu yang memulai Lalu dengan mudah mengakhiri Apa kabar? Apa kau bahagia sekarang? Tanpa diriku tentunya Ah aku terlihat terlalu percaya diri Maaf maaf Aku hanya berdoa Semoga kau baik-baik saja Malam ini Bintang tertutup awan pekat Layaknya dirimu Pergi tanpa permisi dengan tepat Mengakhiri kisah yang sesungguhnya engkau dahulu yang memulai dengan kemauan cukup kuat Aku tak pernah mengerti Mengapa pergi menjadi hal yang mudah bagimu Sedangkan bagiku untuk pergi saja harus kupikir beberapa kali dahulu Menyodorkan kata maaf Permisi dengan sedikit kata manis Merendahkan sedikit rasa egois Seakan semua itu susah kau berikan Masih berdiri ditepian keangkuhan Seakan tak pernah merasa bersalah telah melakukan Jika maaf yang tulus saja tak terlontar dari mulutmu Bagaimana dengan terima kasih? Ah aku benar-benar tak mengerti Memang bukan maksudku menuduhmu tak menepati janji Yaa bagaimana adanya saja Malam kian tenggelam H...

Setelah Hari Itu

  Gambar oleh Dani Geza dari Pixabay Tak terasa Ini sudah beberapa minggu setelah hari itu Ketika semuanya mulai berubah tanpa ada rencana diantara kita Mungkin Kita tak pernah benar-benar serius menulis skenario tentang bagaimana kisah kita nanti Namun pernah terlintas bahwa akhir kisah kita akan bahagia Hingga kuberanikan diri untuk seluruhnya percaya bahwa kau adalah satu-satunya Hingga setelah hari itu Semuanya berubah Saling bertukar kabar yang terus kita ramu Akhirnya memilih untuk tak lagi menjamu Bukan karena tak lagi rindu Karna nyatanya semesta memilih untuk menyudahi kisah kita Yaa Aku tak pernah menyangka Akan berubah secepat dan sejauh ini Saat benang kebahagiaan bersamamu sudah kutenun lebih banyak Akhirnya harus kupaksa untuk kuurai semuanya Aku tak pernah tahu Apakah benang ini suatu saat akan kutenun kembali Karna nyatanya Kejadian ini membuatku banyak lebih mengerti Bahwa saat bersamamu adalah hal terbodoh dan terpintar yang pernah ada Sampai saat ini Setelah hari...