Dear Abi,
Engkau begitu istimewa,
sampai-sampai aku tak tau apa yang harus aku coretkan dalam kertas putih ini.
Jemariku seakan kelu membayangkan seberapa banyak huruf yang akan tertumpahkan
untuk menuliskan perjuanganmu. Pikiranku tak menentu mengingat begitu banyak
kejadian-kejadian terlewatkan indah bersamamu.
Abi,
Aku ingat betul bagaimana Engkau
pertama kali mengantarku ke sekolah, membawakan bekal untukku, mengambilkan
raportku, dan segalanya untukku.
Abi,
Terima kasih telah mengajarkan
aku mengenal Allah sejak kecil.
Memakai kerudung, walaupun
hanya saat bermain bersama teman-teman rumah.
Walaupun sempat juga terlontar
kata-kata lucu dari tetangga, “Adik mau pergi mengaji ya? Kok pakai kerudung”.
Dan saat itu kau tetap mengajarkan aku untuk tetap istiqomah mengenakannya.
Abi,
Aku teringat sekali saat Engkau
sakit, saat itu Engaku terlihat begitu menahan rasa sakit itu, mencoba untuk
selalu tegar di hadapan orang-orang tersayangmu.
Namun sakit yang saat itu
Engkau hadapi ternyata memaksamu untuk tak bisa berpura-pura kuat, aku tau itu
Abi.
Bahkan saat itu detik-detikku
selalu teringat akan keadaan Engkau, baru bangun tidurpun yang kuingat Engkau
abi.
Abi,
aku sangat bahagia saat ini
melihat Engkau sehat dengan umur yang memaksa untuk selalu bertambah, dan
dengan bisnis keluarga yang lancar. Semoga Allah memberikan kesehatan dan
keberkahan selalu untuk keluarga kita abi.
Abi,
Maafku aku Abi, aku yang selalu
membuatmu kesal dengan kata-kata kasarku yang tak sengaja terlontar, mungkin
saat itu aku sedang kesal saja abi. Tak pernah sedikitpun dalam hatiku terbesit
niat untuk menyakiti hatimu Abi.
Dear Abi,
Terima kasih untuk semua cinta
yang telah Engkau berikan padaku.
Saat ini aku sudah beranjak
remaja, maafkan aku jika cinta yang Engkau berikan mungkin sedikit terkhianati
olehku. Dunia luar sungguh memang begitu keras Abi.
Aku ingat bahwa Engkau pesankan
padaku untuk tidak begitu dekat dengan seorang lelaki, aku tau Abi bahwa Engaku
tak mau kalau anak gadismu ini akan tersakiti oleh lelaki yang bahkan sama
sekali belum mendapat restu olehmu.
Abi, maafkan aku jika anak
gadismu ini mulai dekat dengan seorang lelaki. Semoga kelak ia menjadi lelaki
pilihan Allah yang bisa memberikan cinta seperti cintamu yang tak pernah
terkubur oleh waktu.
Abi,
Anak gadismu ini bukanlah
siapa-siapa
Maaf jika tak bisa selalu
melukiskan senyum di wajah sejukmu yang mulai nampak menua.
Aku mohon doa restu Abi, doakan
kelak bisa memberimu mahkota istimewa di istana surga.
Abi, sehat selalu yaa ...
Salam
Sayang :)
Aamiin...
BalasHapusAamiin..semoga bpk bpk kita selalu dalam lindungan Allah dan selalu di beri kesehatan...❤
BalasHapusAamiin 😇
HapusHatur nuhun