
Untukmu yang datang lalu pergi
Untukmu yang memulai
Lalu dengan mudah mengakhiri
Apa kabar?
Apa kau bahagia sekarang?
Tanpa diriku tentunya
Ah aku terlihat terlalu percaya diri
Maaf maaf
Aku hanya berdoa
Semoga kau baik-baik saja
Malam ini
Bintang tertutup awan pekat
Layaknya dirimu
Pergi tanpa permisi dengan tepat
Mengakhiri kisah yang sesungguhnya engkau dahulu yang memulai dengan kemauan cukup kuat
Aku tak pernah mengerti
Mengapa pergi menjadi hal yang mudah bagimu
Sedangkan bagiku untuk pergi saja harus kupikir beberapa kali dahulu
Menyodorkan kata maaf
Permisi dengan sedikit kata manis
Merendahkan sedikit rasa egois
Seakan semua itu susah kau berikan
Masih berdiri ditepian keangkuhan
Seakan tak pernah merasa bersalah telah melakukan
Jika maaf yang tulus saja tak terlontar dari mulutmu
Bagaimana dengan terima kasih?
Ah aku benar-benar tak mengerti
Memang
bukan maksudku menuduhmu tak menepati janji
Yaa bagaimana adanya saja
Malam kian tenggelam
Hujan turun kian menggenang
Memaksaku menuju sebuah ingatan
Menyeret kenangan yang menolak usang
Masih menetap di tepian harapan
Yang harusnya aku kubur dalam-dalam
Dulu
Kau yang menjadi tempatku bercerita
Tentang masalahku dengan teman-temanku
Tentang susahnya tugas-tugas kuliahku
Sampai pada hal yang kurasa cukup kamu saja yang mengerti
Lagi-lagi
Ingatanku semakin menyeret menuju titik awal pertemuan kita
Kau yang berhasil menaklukkan
Setelah beberapa kali harus kau ulang
Ah jika aku pikir
Ternyata lucu juga yaa
Kau mungkin saja masih bisa mengingatnya
Terima kasih
Pernah mengisi kisah lalu
Untuk kulanjutkan kisah yang jauh lebih indah
Mmm
Sesungguhnya aku tak mengapa jika kau tinggal pergi
Hanya saja yang perlu kau tau
waktu memang berhasil membuatku terbiasa tanpamu
Namun
Waktu tak berhasil membuatku melupakanmu
*sekedartulisan
Untukmu yang memulai
Lalu dengan mudah mengakhiri
Apa kabar?
Apa kau bahagia sekarang?
Tanpa diriku tentunya
Ah aku terlihat terlalu percaya diri
Maaf maaf
Aku hanya berdoa
Semoga kau baik-baik saja
Malam ini
Bintang tertutup awan pekat
Layaknya dirimu
Pergi tanpa permisi dengan tepat
Mengakhiri kisah yang sesungguhnya engkau dahulu yang memulai dengan kemauan cukup kuat
Aku tak pernah mengerti
Mengapa pergi menjadi hal yang mudah bagimu
Sedangkan bagiku untuk pergi saja harus kupikir beberapa kali dahulu
Menyodorkan kata maaf
Permisi dengan sedikit kata manis
Merendahkan sedikit rasa egois
Seakan semua itu susah kau berikan
Masih berdiri ditepian keangkuhan
Seakan tak pernah merasa bersalah telah melakukan
Jika maaf yang tulus saja tak terlontar dari mulutmu
Bagaimana dengan terima kasih?
Ah aku benar-benar tak mengerti
Memang
bukan maksudku menuduhmu tak menepati janji
Yaa bagaimana adanya saja
Malam kian tenggelam
Hujan turun kian menggenang
Memaksaku menuju sebuah ingatan
Menyeret kenangan yang menolak usang
Masih menetap di tepian harapan
Yang harusnya aku kubur dalam-dalam
Dulu
Kau yang menjadi tempatku bercerita
Tentang masalahku dengan teman-temanku
Tentang susahnya tugas-tugas kuliahku
Sampai pada hal yang kurasa cukup kamu saja yang mengerti
Lagi-lagi
Ingatanku semakin menyeret menuju titik awal pertemuan kita
Kau yang berhasil menaklukkan
Setelah beberapa kali harus kau ulang
Ah jika aku pikir
Ternyata lucu juga yaa
Kau mungkin saja masih bisa mengingatnya
Terima kasih
Pernah mengisi kisah lalu
Untuk kulanjutkan kisah yang jauh lebih indah
Mmm
Sesungguhnya aku tak mengapa jika kau tinggal pergi
Hanya saja yang perlu kau tau
waktu memang berhasil membuatku terbiasa tanpamu
Namun
Waktu tak berhasil membuatku melupakanmu
*sekedartulisan
Bnyak mantan ni🤭
BalasHapus
BalasHapusWaduh, siapa gerangan yang menyakitimu nak 😁😀