Langsung ke konten utama

Kamu punya cita-cita nikah kan?


Buat Kamu ♡

Hai kau
Kau mengapa masih saja terpaku disitu
Menyangga dagu dengan tanganmu yg masih kuat itu
Aku sudah berkali-kali mengajakmu berbicara
Kau memang menyahut iya
Namun apa yg kau lakukan
Kau masih saja setia dengan kursi reotmu itu
Hampir saja kau terjatuh

Hai kau
Sengaja aku tak menghampirimu kali ini
Kemarilah
Aku ingin kakimu yg melangkah
Sedikit saja dulu tak apa
Setidaknya kau sudah memulai

Iyaa. . .
Aku tau kau sekarang pasti sedang dilema
Dalam posisi yang mungkin kau anggap memang tak mudah
Perasaan yang membuatmu tak pernah menyangka
Akan berada dalam keadaan seperti ini
Serba salah, iya kan?

Coba ingat
Kau sekarang umur berapa?
Sudah sedewasa apakah seharusnya?
Memang umur tak mensajajarkan kedewasaan
Namun dengan umur setidaknya kau sadar akan kedewasaan
Bukankah begitu?

Persoalan cinta memang bukan untuk diabaikan
Apalagi saat timbul gejolak hati yg nampak tak biasa

Memilih pasangan bukanlah perkara sederhana
Hanya karna terlanjur terlalu cinta
Lalu kau abaikan semuanya
Memperbaiki diri yang seharusnya lebih utama
Semua jadi sia-sia hanya karnanya

Bukankah kau menginginkan memiliki anak-anak yang hebat nanti?
Sudahkan mempersiapkan menjadi diri yang hebat?
Dan memilihkan kedua orang tua yang hebat pula untuk mereka?
Bukankah kau menginginkan anak-anak yang kelak bisa membawamu ke surgaNya?

Maka jadilah yang hebat mulai sekarang
Janganlah rela diinjak perasaan buta
Atas dasar cinta yang tak bertahta

Cinta bukan hanya tentang kamu dan dia
Tapi cinta juga tentang anak-anakmu nantinya
Mereka butuh ayah dan ibu yang hebat
Maka jadilah calon ayah dan ibu yang hebat!

😇😇😇😇😇

By 2f

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untukmu yang Datang Lalu Pergi (baca: mant*n) 😆

Untukmu yang datang lalu pergi Untukmu yang memulai Lalu dengan mudah mengakhiri Apa kabar? Apa kau bahagia sekarang? Tanpa diriku tentunya Ah aku terlihat terlalu percaya diri Maaf maaf Aku hanya berdoa Semoga kau baik-baik saja Malam ini Bintang tertutup awan pekat Layaknya dirimu Pergi tanpa permisi dengan tepat Mengakhiri kisah yang sesungguhnya engkau dahulu yang memulai dengan kemauan cukup kuat Aku tak pernah mengerti Mengapa pergi menjadi hal yang mudah bagimu Sedangkan bagiku untuk pergi saja harus kupikir beberapa kali dahulu Menyodorkan kata maaf Permisi dengan sedikit kata manis Merendahkan sedikit rasa egois Seakan semua itu susah kau berikan Masih berdiri ditepian keangkuhan Seakan tak pernah merasa bersalah telah melakukan Jika maaf yang tulus saja tak terlontar dari mulutmu Bagaimana dengan terima kasih? Ah aku benar-benar tak mengerti Memang bukan maksudku menuduhmu tak menepati janji Yaa bagaimana adanya saja Malam kian tenggelam H...