Langsung ke konten utama

Postingan

Setelah Hari Itu

  Gambar oleh Dani Geza dari Pixabay Tak terasa Ini sudah beberapa minggu setelah hari itu Ketika semuanya mulai berubah tanpa ada rencana diantara kita Mungkin Kita tak pernah benar-benar serius menulis skenario tentang bagaimana kisah kita nanti Namun pernah terlintas bahwa akhir kisah kita akan bahagia Hingga kuberanikan diri untuk seluruhnya percaya bahwa kau adalah satu-satunya Hingga setelah hari itu Semuanya berubah Saling bertukar kabar yang terus kita ramu Akhirnya memilih untuk tak lagi menjamu Bukan karena tak lagi rindu Karna nyatanya semesta memilih untuk menyudahi kisah kita Yaa Aku tak pernah menyangka Akan berubah secepat dan sejauh ini Saat benang kebahagiaan bersamamu sudah kutenun lebih banyak Akhirnya harus kupaksa untuk kuurai semuanya Aku tak pernah tahu Apakah benang ini suatu saat akan kutenun kembali Karna nyatanya Kejadian ini membuatku banyak lebih mengerti Bahwa saat bersamamu adalah hal terbodoh dan terpintar yang pernah ada Sampai saat ini Setelah hari...
Postingan terbaru

Benarkah Menjadi Guru SD Itu Asyik?

  Mahasiswa KKN mengajar siswa SD - dokumen Firda Fatimah Sejenak, judul diatas seperti meragukan keasyikan menjadi seorang guru SD, ya. Eits, tunggu dulu, jangan salah, judul diatas hanya pertanyaan, dan untuk jawabannya cari sendiri, hehe. Saya, sebagai seorang mahasiswa pendidikan semester akhir, tentu saja saya telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN ini dilaksanakan sebagai salah satu syarat wajib mahasiswa untuk bisa selanjutnya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sesuai jurusannya masing-masing. Nah, tapi untuk tulisan kali ini, saya akan membahas sedikit pengalaman saya pada saat KKN di salah satu desa di Kabupaten Malang di awal tahun 2020 lalu. Desa ini tidak terlalu jauh dari hiruk pikuk kota, karena faktanya sinyal masih bisa masuk, meski kalau mati lampu sinyal suka hilang entah kemana ( kalau kamu jangan gitu, ya ), hehe. Karena notabene saya adalah mahasiswa dari fakultas pendidikan, maka pada saat KKN saya sering ke sekolah, lebih tepatnya Seko...

Untukmu yang Datang Lalu Pergi (baca: mant*n) 😆

Untukmu yang datang lalu pergi Untukmu yang memulai Lalu dengan mudah mengakhiri Apa kabar? Apa kau bahagia sekarang? Tanpa diriku tentunya Ah aku terlihat terlalu percaya diri Maaf maaf Aku hanya berdoa Semoga kau baik-baik saja Malam ini Bintang tertutup awan pekat Layaknya dirimu Pergi tanpa permisi dengan tepat Mengakhiri kisah yang sesungguhnya engkau dahulu yang memulai dengan kemauan cukup kuat Aku tak pernah mengerti Mengapa pergi menjadi hal yang mudah bagimu Sedangkan bagiku untuk pergi saja harus kupikir beberapa kali dahulu Menyodorkan kata maaf Permisi dengan sedikit kata manis Merendahkan sedikit rasa egois Seakan semua itu susah kau berikan Masih berdiri ditepian keangkuhan Seakan tak pernah merasa bersalah telah melakukan Jika maaf yang tulus saja tak terlontar dari mulutmu Bagaimana dengan terima kasih? Ah aku benar-benar tak mengerti Memang bukan maksudku menuduhmu tak menepati janji Yaa bagaimana adanya saja Malam kian tenggelam H...

Sepucuk Cinta untuk Ayah

Dear Abi, Engkau begitu istimewa, sampai-sampai aku tak tau apa yang harus aku coretkan dalam kertas putih ini. Jemariku seakan kelu membayangkan seberapa banyak huruf yang akan tertumpahkan untuk menuliskan perjuanganmu. Pikiranku tak menentu mengingat begitu banyak kejadian-kejadian terlewatkan indah bersamamu. Abi, Aku ingat betul bagaimana Engkau pertama kali mengantarku ke sekolah, membawakan bekal untukku, mengambilkan raportku, dan segalanya untukku. Abi, Terima kasih telah mengajarkan aku mengenal Allah sejak kecil. Memakai kerudung, walaupun hanya saat bermain bersama teman-teman rumah. Walaupun sempat juga terlontar kata-kata lucu dari tetangga, “Adik mau pergi mengaji ya? Kok pakai kerudung”. Dan saat itu kau tetap mengajarkan aku untuk tetap istiqomah mengenakannya. Abi, Aku teringat sekali saat Engkau sakit, saat itu Engaku terlihat begitu menahan rasa sakit itu, mencoba untuk selalu tegar di hadapan orang-orang tersayangmu. Namun sakit yang ...

Kamu punya cita-cita nikah kan?

Buat Kamu ♡ Hai kau Kau mengapa masih saja terpaku disitu Menyangga dagu dengan tanganmu yg masih kuat itu Aku sudah berkali-kali mengajakmu berbicara Kau memang menyahut iya Namun apa yg kau lakukan Kau masih saja setia dengan kursi reotmu itu Hampir saja kau terjatuh Hai kau Sengaja aku tak menghampirimu kali ini Kemarilah Aku ingin kakimu yg melangkah Sedikit saja dulu tak apa Setidaknya kau sudah memulai Iyaa. . . Aku tau kau sekarang pasti sedang dilema Dalam posisi yang mungkin kau anggap memang tak mudah Perasaan yang membuatmu tak pernah menyangka Akan berada dalam keadaan seperti ini Serba salah, iya kan? Coba ingat Kau sekarang umur berapa? Sudah sedewasa apakah seharusnya? Memang umur tak mensajajarkan kedewasaan Namun dengan umur setidaknya kau sadar akan kedewasaan Bukankah begitu? Persoalan cinta memang bukan untuk diabaikan Apalagi saat timbul gejolak hati yg nampak tak biasa Memilih pasangan bukanlah perkara sederhana Hanya karna ter...

Cerpen Cinta Remaja Islami TERBARU 2018

Bersama Kenangan Oleh : Fatimah Firdaus Sang surya semakin terasa menyengat mengiringi perjalananku menuju penjara suci di salah satu desa di Ponorogo. Liburan akhir sanah yang baru terlewat telah memberiku sebuah kenangan baru. Di dalam mobil, jari-jariku memencet tombol handphone , kukirim pesan singkat untuk seseorang yang kurasa telah merubah sebagian duniaku. To : Zidna “Sukses u/ studimu, aku yakin kau kelak akan jd org sukses insyaAllah, Don’t sad because me, you have Allah, Thanks for the experience,sampai jumpa 6 bln lgi, salam J ” Sejenak kuletakkan handphone di saku, tak beberapa lama ada pesan masuk. From : Zidna “Makasih untuk supportnya, We have Allah J , ma’an najah buat studimu di ma’had, salam” Aku tutup handphone ku, berusaha melupakan kenangan yang telah terjadi, kenangan yang sedikit banyak telah mengubah hati seorang santri remaja sepertiku, kenangan secuil cinta. Semua canda tangis tawa yang pernah kita rasakan Takkan  terl...